Waspada Kasus Virus Nipah di India, Masyarakat Diimbau Perkuat Kewaspadaan Perjalanan Internasional

Merauke — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui pemantauan Penyakit Infeksi Emerging melaporkan adanya kasus positif Virus Nipah (NiV) di India. Berdasarkan informasi resmi dari otoritas kesehatan India, dua tenaga kesehatan di wilayah Benggala Barat dilaporkan terkonfirmasi positif dan saat ini menjalani perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit setempat.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, serta dapat menyebar antar manusia melalui kontak erat dengan cairan tubuh seperti droplet pernapasan, darah, atau urin. Hewan yang diketahui menjadi reservoir alami virus ini adalah kelelawar buah.

Gejala dan Risiko Penularan

Gejala awal infeksi Virus Nipah umumnya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan gangguan pernapasan. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan saraf serius seperti penurunan kesadaran hingga ensefalitis (radang otak).

Masa inkubasi virus berkisar antara 4 hingga 14 hari setelah terpapar. Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan khusus maupun vaksin untuk penyakit Virus Nipah, sehingga penanganan bersifat suportif sesuai dengan kondisi pasien.

Sumber : https://infeksiemerging.kemkes.go.id/ 

Imbauan bagi Masyarakat Indonesia

Meskipun kasus yang dilaporkan terjadi di luar negeri, mobilitas masyarakat dan perjalanan internasional menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk:

1. Tidak mengonsumsi buah yang menunjukkan bekas gigitan hewan, khususnya kelelawar

2. Mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi

3. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama bepergian ke luar negeri, terutama ke negara terdampak

4. Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam, batuk, sesak napas, atau penurunan kesadaran dalam waktu 14 hari setelah kembali dari wilayah terjangkit

Peran Aktif Masyarakat

Peran aktif masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan perlindungan kesehatan bersama. Dengan meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, serta mematuhi imbauan kesehatan, diharapkan potensi penyebaran penyakit dapat dicegah sejak dini.

Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Merauke juga terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan penumpang internasional serta memperkuat pengawasan kesehatan di pintu masuk negara sebagai langkah antisipatif terhadap potensi penyakit menular.

Lampiran :
- https://ppid.bkkmerauke.com/uploads/1769562372_Kasus_Penyakit_Virus_Nipah_di_India.pdf


Tim Kerja Surveilans dan Penindakan Pelanggaran

Kekarantinaan Kesehatan

dan Humas BKK Merauke.

Komentar